Pada usia 28 tahun, Ruan Yu memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya yang mapan dan fokus menulis secara penuh waktu. Ia mulai menulis novel berdasarkan pengalaman emosionalnya sendiri dan mempostingnya secara daring. Tanpa diduga, para netizen menuding bahwa alur ceritanya diduga menjiplak karya orang lain. Ruan Yu pun memutuskan untuk memperjuangkan haknya.
Setelah melalui banyak lika-liku, ia menemukan bahwa pengacara kekayaan intelektual yang bekerja sama dengannya ternyata adalah orang yang pernah ia sukai di masa SMA dan juga menjadi prototipe tokoh utama pria dalam novelnya, Xu Huai Song. Keduanya bertemu kembali karena kasus tersebut dan saling tertarik lagi selama waktu yang mereka habiskan bersama. Perasaan yang telah terpendam selama bertahun-tahun itu berkembang di bawah kenangan dan menjadi semakin kuat dalam ujian kenyataan.
